Rabu, 22 Oktober 2014

diskriminasi muslim di eropa

bismilahirohmanirohim, artikel kali ini aku(cie aku) akan membahas tentang HAM terutama kebebasan beragama, sebelum itu kita harus tau apa itu ham dan kebebasan beragama . . .

Hak asasi Manusia adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalam kandungan. HAM berlaku secara universal
Kebebasan beragama adalah prinsip yang mendukung kebebasan individu atau masyarakat, untuk menerapkan agama atau kepercayaan dalam ruang pribadi atau umum.

yang akan saya bahas ialah diskriminasi muslim di eropa, lebih jelasnya kita lihat ulasannya, here you go ...

Kelompok Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa negara-negara Eropa masih melakukan diskriminasi terhadap Muslim, karena itu kelompoknya meminta lembaga dan pemerintah—Amnesti Internasional untuk menerapkan hukum anti-diskriminasi.
Dalam laporan yang dirilis Selasa kemarin, kelompok HAM yang berbasis di London itu, mengatakan beberapa negara Eropa masih terus melakukan diskriminasi terhadap Muslim yang mempraktekkan keimanan mereka.
Laporan ini menyoroti hukum nasional atau lokal yang menargetkan kebiasaan dalam Islam terutama di tempat kerja, pendidikan dan kehidupan sehari-hari termasuk memakai jilbab atau cadar, seperti yang terjadi di Perancis dan Belgia.
“Undang-undang Uni Eropa yang melarang diskriminasi atas dasar agama atau kepercayaan di tempat kerja, tampaknya menjadi ompong di seluruh Eropa, seperti yang kami amati, adanya tingkat pengangguran yang lebih tinggi di kalangan umat Islam,” ujar Marco Perolini, ahli mengenai diskriminasi di Amnesti Internasional.
Laporan ini juga berfokus pada munculnya gerakan-gerakan politik yang menargetkan Muslim atau praktek-praktek Muslim, khususnya di Perancis, Belgia, Belanda, Spanyol, dan Swiss.
“Muslimah ditolak bekerja dan anak perempuan Muslim dicegah untuk menghadiri kelas reguler hanya karena mereka mengenakan kerudung, bahkan pria diberhentikan karena memiliki jenggot yang semuanya dikaitkan dengan Islam,” tambah Perolini.
Amnesti menyerukan pemerintah Eropa untuk menghapus stereotip negatif dan prasangka terhadap Islam.
Laporan datang ketika banyak pejabat Eropa dan banyak warga Eropa telah menyatakan sentimen anti-Islam, juga melakukan tindakan kekerasan ekstrimisme agama, terhadap populasi Muslim yang terus berkembang di Uni Eropa.
Pekan lalu, seorang anggota blok konservatif Kanselir Jerman Angela Merkel, Volker Kauder mengatakan Islam bukanlah bagian dari tradisi dan identitas Jerman.
Itulah apa yang dialami Muslim-muslim di Eropa, betapa diskriminasi benar-benar mengungkung segala aktivitas mereka, mengkhawatirkan. 
terimakasih atas kunjungannya gan, coment and share ...
daftar pustaka :
http://id.wikipedia.org/
http://www.islampos.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar